Di tanah berpasir kuning, para pejuang patriotik anti-Jepang mengembara dan mendirikan sebuah penginapan untuk menghabiskan sisa hidup mereka. Bai Lu, putri dari pihak musuh, melarikan diri ke tempat itu dengan membawa sebuah peti harta karun. Dendam lama maupun baru sebenarnya bisa saja diselesaikan dengan cepat, namun demi kepentingan bangsa dan rahasia perjuangan anti-Jepang yang tersimpan dalam peti tersebut, sang pejuang memilih untuk mengesampingkan kebencian, menanggung segala kesalahpahaman, dan mempertaruhkan nyawa demi melindunginya—pada akhirnya mewujudkan cita-cita mulia untuk mengabdi kepada negara yang sempat tertunda.
